Kepada saudara - saudaraku seiman dan seaqidah semoga dirahmati dan dimuliakan Allah Subhaanahuwata'aalaa.
Mensyukuri nikmat - nikmat Allah adalah wajib hukumnya. Allah Subhaanahuwata'aalaa berfirman:
"karena itu, ingatlah kepada-ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-ku." (QS Al-Baqarah: 52)
juga firmannya:
"... Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim:34)
Allah Subhaanahuwata'aalaa mengingatkan bahwa manusia sangat zhalim dan sangat kufur (sangat mengingkari nikmat) karena mereka tidak mensyukuri nikmat-nikmat yang diberikan kepada mereka.
Dan diantara nikmat Allah yang berikan kepada kita adalah nikmat islam, rizki, harta, umur, waktu luang, dan nikmat sehat untuk beribadah kepada Allah dengan benar serta untuk menuntut ilmu syar'i.
Rosulullah Sholallohu'alaihi wasallam bersabda: " Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduannya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." HR. Al- Bukhari (no.6412).
banyak diantara manusia yang tidak menggunakan waktu sehat dan waktu luang dengan sebaik - baiknya. Ia tidak gunakan untuk belajar tentang islam, tidak ia gunakan untuk menimba dan memperdalami ilmu syar'i. Padahal dengan menghadiri majelis taklim yang mengajarkan Al - Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman para shahabat akan bertambah ilmu, keimanan , dan ketaqwaannya kepada Allah tabaaroka wata'aalaa. juga dapat menambah amal kebaikannya.
semoga dengan majelis taklim yang kita kaji dari kitab - kitab para ulama salaf, Allah memberikan hidayah kepada kita di atas Islam, ditetapkan hati dalam beriman, istiqomah di atas sunnah, serta diberikan hidayah taufik oleh Allah untuk dapat melaksanakan syari'at Islam secara kaffah (menyeluruh) dan kontinyu hingga kita diwafatkan oleh Allah Subhaanahu wata'aalaa dalam keadaan mentauhidkan Allah dan melaksanakan sunnah. Semoga Allah senantiasa mudahkan kita semua untuk selalu menuntut Ilmu syar'i diberikan kenikmatan atasnya, dan diberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan sunnah menurut pemahaman para Salafush Shalih.
Seorang Muslim tidak akan bisa melaksanakan agamanya dengan benar, kecuali denga belajar Islam yang benar dengan berdasarkan Al - Qr_an dan As - Sunnah dengan pemahaman Shalafush Shalih. Agama Islam adalah agama ilmu dan amal karena Nabi Sholallohu'alaihi wasallam diutus dengan membawa ilmu dan amal shalih. Allah Subhaanahuwata'aalaa berfirman: "Dia-lah Allah yang mengutus Rosul-nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-nya terhadap semua agama. Walaupun orang - orang musyrik tidak menykai." (QS. At - Taubah: 33)
yang dimaksuk dengan al - hudaa (petunjuk) dalam ayat ini adalah ilmu yang bermanfaat. Dan yang dimaksud dengan diinul haqq (agama yang benar) adalah amal shalih. Allah ta'ala mengutus Nabi Muhammad Sholallohu'alaihi wasallam untuk menjelaskan kebenaran dari kebathilan, menjelaskan nama - nama Allah, sifat - sifat-nya, perbuatan - perbuatan-nya, hukum - hukum, dan kabar berita yang datang dari-nya, serta memerintahkan untuk melakukan segala apa yang bermanfaat bagi hati, ruh, dan jasad.
Beliau Sholallohu'alaihi wasallam menyuruh ummatnya agar mengikhlaskan ibadah semata - mata karena Allah Subhaanahuwata'aalaa, dan beribadah sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rosulullah Sholallohu'alaihi wasallam, mencintai-Nya, berakhlak yang mulia, beradab dengan adab yang baik, dan senantiasa melakukan amal shalih untuk mempersiapkan diri dari hari yang dijanjikan olehnya bahwa hari itu membuat hati tercengang dan mata terbelalak, yaitu hari berbangkit, hari kiamat. Beliau Sholallohu'alaihi wasallam juga melarang kita sebagai ummatnya agar menjauhi perbuatan syirik, amal dan akhlak yang buruk, yang berbahaya bagi hati kita, badan, dan bahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat kita.
Wahai saudaraku yang insyaallah dimuliakan Allah ta'ala. Cara untuk mendapatkan hidayah dan mensyukuri limpahan karunia yang Allah berikan kepada kita adalah dengan menuntut ilmu syar'i. Menuntut ilmu adalah jalan yang lurus untuk dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, tauhid dan syirik, sunnah dan bid'ah, yang ma'ruf dan yang mungkar dan antara yang bermanfaat dan yang membahayakan. Menuntut ilmu akan menambah hidayah serta membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar